Blog

  • Pertahankan Benteng NKRI Lewat Budaya, Abah Anton Tegaskan Pentingnya Pendekatan Kultural Saat Silaturahmi Bersama BIN

    Kota Bogor-Abah Anton selaku perwakilan Majelis Adat Sunda (Masda Jabar) menggaris bawahi peran vital kearifan lokal dalam menjaga keutuhan bangsa saat menggelar silaturahmi strategis bersama jajaran Badan Intelijen Negara (BIN), yang turut disimak oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar).

    Dalam pertemuan tersebut, Abah Anton menyampaikan bahwa Masda Jabar wadah yang dibentuk oleh Gubernur Jabar merupakan representasi dari komunitas masyarakat terbesar di Indonesia, di mana etnis Sunda tidak hanya tersebar di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, tetapi juga mengakar di berbagai wilayah Nusantara.

    “Cultural approach atau pendekatan budaya merupakan pola paling tepat dan efektif dalam seluruh aspek pembangunan, khususnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).” ujarnya, Sabtu (12/9/2026)

    Sementara menurut Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa
    pendekatan berbasis kebudayaan bersifat universal serta lebih mengedepankan sentuhan rasa dibandingkan sekadar kalkulasi rasio belaka.

    Di negara yang berdiri di atas ribuan etnis beragam seperti Indonesia, Abah Anton menilai penguatan SDM sudah sepatutnya disesuaikan dengan nilai adat serta budaya masing- masing daerah.

    Lebih jauh, Abah Anton menegaskan bahwa kekuatan budaya berfungsi sebagai benteng utama dalam mengantisipasi dan mencegah bahaya laten seperti paham radikalisme, intoleransi, serta aksi anarkisme. Atas dasar itulah, ia mendorong agar arah pembangunan SDM ke depan lebih memprioritaskan pendekatan kultural. Dalam kesempatan ini, Abah Anton juga menyatakan kesiapan penuh jaringan Masda Jabar di seluruh Nusantara untuk membangun kerja sama konkret dan membantu tugas- tugas BIN di lapangan melalui komunitas budaya lokal.

    Gagasan dan komitmen Abah Anton tersebut mendapat respon sangat positif dari Sestama BIN. Pihaknya mengapresiasi kehadiran Majelis Adat Sunda yang menjadi pengingat penting bagi BIN untuk semakin mengedepankan pendekatan budaya dalam pelaksanaan tugasnya. Sestama BIN menegaskan akan menginstruksikan para Kabinda di daerah agar menguatkan pemberdayaan masyarakat berbasis tradisi serta komunitas seni lokal demi menjaga stabilitas nasional.

    Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen Sestama BIN untuk menindaklanjuti tawaran kerja sama konkret dari Abah Anton dan Masda Jabar ke tahap yang lebih teknis. Sinergi antara tokoh adat dan lembaga intelijen negara ini diharapkan mampu memperkokoh benteng ketahanan nasional. Agenda silaturahmi penuh keakraban ini kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah serta foto bersama.

  • Tim Masda Jabar Silaturahmi ke BIN, Dorong Pendekatan Budaya dalam Pembangunan SDM

    Kota Bogor-Tim Masda Jabar yang dipimpin Abah Anton Charliyan melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Badan Intelijen Negara (BIN) di kawasan Pejaten, Kalibata, Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

    Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Utama (Sestama) BIN Letjen TNI Rafael Granada Baay. Dalam pertemuan tersebut turut hadir Stafsus Komjen (Purn.) Agung Maryoto, Deputi II Mayjen TNI Bayu Permana, M.M., M.A.P., serta Deputi VIII Irjen Pol. Dedy Kusuma.
    Dalam pertemuan tersebut, Tim Masda Jabar menyampaikan pentingnya memperkuat pendekatan budaya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

    Pendekatan budaya dinilai perlu menjadi salah satu prioritas karena Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman etnis, budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal.
    Abah Anton Charliyan menyampaikan bahwa keberagaman tersebut merupakan kekuatan bangsa yang perlu dikelola dengan baik melalui pendekatan yang sesuai dengan karakter dan budaya masyarakat di setiap daerah.

    “Indonesia terdiri dari ribuan etnis dan memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Karena itu, pendekatan budaya harus menjadi bagian penting dalam pembangunan SDM agar kebijakan dan program pembangunan dapat lebih diterima serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Abah Anton, Sabtu (12/9/2026)

    Menurutnya, pembangunan SDM tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan secara akademis dan profesional, tetapi juga perlu dibarengi dengan penguatan karakter, nilai-nilai kebangsaan, serta pemahaman terhadap budaya dan kearifan lokal.

    Dalam kunjungan tersebut, Abah Anton Charliyan didampingi sejumlah pengurus Tim Masda Jabar, di antaranya Bunda Ully Sigar Rusadi selaku Ketua I, Bunda RR Okky Yudhanegara selaku Ketua II, Bunda Anita Fitria, S.H., M.H. dari Biro Hukum, drg. Rahma Nur Agnitya dari Biro Kesehatan, H. Mulyadi, S.E. dari Biro Ekonomi dan Pertanian, serta Sularno, S.H. dari Biro Humas.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergi dalam mendorong pembangunan SDM yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta tetap berakar pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Indonesia.

  • Sambut Laga Persija VS Persib di GBK, Polda Jabar Perkuat Pengamanan Humanis dan Gelar Nobar Berhadiah

    Kepolisian Daerah Jawa Barat bersama jajaran terkait dan komunitas suporter mematangkan koordinasi pengamanan guna memastikan laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (12/9/2026), berlangsung kondusif, aman, serta tertib.

    Langkah ini sejalan dengan regulasi kompetisi yang menetapkan bahwa pendukung tim tamu belum diizinkan untuk hadir menonton langsung di stadion. Untuk itu, jajaran kepolisian mengedepankan pendekatan humanis serta kerja sama erat dengan elemen pendukung sepak bola di wilayah Jawa Barat.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menyampaikan bahwa kepolisian bersama pengurus komunitas suporter terus mengedepankan dialog demi menjaga keharmonisan selama laga berlangsung.

    “Harapan kita bersama, seluruh elemen pendukung dapat menjaga kondusivitas serta kerukunan di manapun berada,” ujar Kombes Pol Hendra Rochmawan, Jum’at ( 11/9/2026)

    Selain membangun komunikasi intensif, pengurus Bobotoh dan Jakmania turut dilibatkan langsung dalam kegiatan koordinasi serta penyekatan bersama petugas di titik-titik keberangkatan, seperti stasiun kereta api dan terminal bus di wilayah Jawa Barat.

    Polda Jabar juga mengerahkan penebalan personel di kawasan perbatasan yang berbatasan langsung dengan wilayah hukum Polda Metro Jaya, khususnya di area Polres Karawang dan Polres Bogor. Langkah ini diambil untuk memantau pergerakan massa sekaligus memberikan arahan yang tepat di lapangan.

    Sementara itu, pergerakan dan rombongan pemain Persib Bandung menuju Jakarta mendapatkan pengawalan ketat melalui sinergi penuh antara Polda Jabar dan Polda Metro Jaya guna menjamin keamanan seluruh kontingen selama perjalanan.

    Sebagai bentuk wadah kebersamaan dan fasilitas bagi para pendukung yang tidak berangkat ke stadion, Muspida di setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Nonton Bersama. Agenda Nobar ini dirancang meriah dengan menyajikan berbagai hadiah menarik bagi para penonton.

    Pengawasan ketat pun tetap diberlakukan pada fase pra hingga pasca-pertandingan di setiap titik Nobar. Petugas disiagakan untuk memantau situasi secara menyeluruh sehingga seluruh rangkaian acara dapat dinikmati masyarakat dengan rasa aman, nyaman, dan penuh kegembiraan.

    Bandung, 11 September 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Cegah Potensi Gesekan antar Pendukung, Polda Jabar Himbau Bobotoh Persija VS Persib Jaga Kondusifitas

    Polda Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah pengamanan untuk mengantisipasi pertandingan Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu, 12 September 2026.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan, pihaknya akan melakukan penyekatan di sejumlah wilayah perbatasan Jawa Barat dengan wilayah hukum Polda Metro Jaya.

    Penyekatan akan dilakukan di antaranya oleh Polres Karawang dan Polres Bogor. Pengamanan tersebut diarahkan untuk mengantisipasi adanya mobilisasi suporter Persib maupun Persija menuju Jakarta.
    Selain di jalur perbatasan, kepolisian juga akan melakukan penyekatan bersama pengurus Bobotoh dan Jakmania di sejumlah titik keberangkatan. Lokasi yang menjadi perhatian antara lain stasiun, terminal bus di wilayah Bandung, serta tempat-tempat lain yang berpotensi menjadi titik berkumpulnya suporter.

    Menurut Kombes Hendra, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah keberangkatan suporter secara berkelompok menuju Stadion GBK.
    Polda Jabar juga mengantisipasi keberangkatan pemain Persib Bandung menuju Jakarta. Pengawalan terhadap rombongan pemain akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama Polda Metro Jaya.

    “Antisipasi/monitor keberangkatan pemain Persib Bandung ke Jakarta dengan lakukan pengawalan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya,” ujarnya, Jum’at (11/9/2026)

    Di sisi lain, kepolisian akan mengedepankan pendekatan persuasif dengan melibatkan pengurus Bobotoh dan Jakmania. Pertemuan dengan kedua kelompok suporter akan dilakukan untuk menyampaikan pernyataan yang dapat menyejukkan situasi menjelang pertandingan.

    “Laksanakan pertemuan dengan pengurus Bobotoh dan Jakmania dengan memberikan statement yang menyejukkan semua pihak,” kata Kombes Hendra.

    Polda Jabar juga mendorong pelaksanaan nonton bareng (nobar) di sejumlah wilayah. Kegiatan tersebut akan digelar bersama unsur Muspida dengan menyediakan hadiah atau doorprize bagi masyarakat yang mengikuti nobar.

    Meski pertandingan disaksikan melalui kegiatan nobar di daerah masing- masing, pengamanan tetap akan dilakukan. Polisi akan mengantisipasi situasi sebelum maupun setelah pertandingan, terutama di lokasi-lokasi yang menjadi pusat berkumpulnya pendukung Persib dan Persija.

    “Laksanakan nobar bersama Muspida dengan memberikan hadiah-hadiah doorprize di wilayah masing-masing,” ujarnya.

    Selain itu, perhatian khusus diberikan terhadap potensi mobilisasi suporter Viking atau pendukung Persib dan Jakmania sebagai pendukung Persija di wilayah Karawang dan Bogor.

    Polda Jabar akan melakukan penebalan personel di wilayah perbatasan untuk mengantisipasi pergerakan suporter yang hendak menuju GBK. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya pertemuan massa suporter dalam jumlah besar yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. “Antisipasi mobilisasi suporter Viking (Persib) dsgģ0 Jakmania (Persija) di wilayah Karawang dan Bogor menuju ke Gelora Bung Karno dengan lakukan penebalan personel di wilayah perbatasan,” tuturnya.

    Dengan sejumlah langkah tersebut, Polda Jabar berupaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, baik di wilayah Jawa Barat maupun selama berlangsungnya pertandingan Persija VS Persib di Jakarta.

    Bandung, 11 September 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Kasus Kekerasan Seksual & Penyanderaan di Bandung Lengkap (P21), Pelaku Diserahkan ke Kejaksaan

    Kota Bogor-Penyidik Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Barat resmi menyerahkan tersangka Taufik Hidayat (30) beserta barang bukti (pelimpahan Tahap II) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung pada Selasa (8/9/2026).

    Penyerahan ini dilakukan setelah berkas perkara kasus dugaan kekerasan seksual, penganiayaan berat, dan penyanderaan tersebut dinyatakan lengkap atau P21 oleh pihak kejaksaan.

    Aksi keji buruh harian lepas asal Nagreg tersebut diketahui terjadi pada Juni 2026 di kawasan Jalan Raya Cinunuk, Kp. Cijambe, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, dengan korban seorang wanita bernama Yuvita Tri Rezeki.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H membenarkan bahwa proses penyidikan oleh Ditres PPA dan PPO Polda Jabar telah tuntas.

    “Berkas perkara atas nama tersangka Taufik Hidayat sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung sesuai surat tertanggal 31 Agustus 2026. Hari ini, Selasa 8 September 2026, penyidik melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti atau Tahap II ke Kejari Kabupaten Bandung di Baleendah,” kata Kombes Pol Hendra Rochmawan, Selasa (8/9/2026)

    Kombes Pol. Hendra menjelaskan, sebelum dilimpahkan ke kejaksaan, tersangka telah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh tim medis Polda Jabar.

    “Terhadap tersangka Taufik Hidayat telah dilakukan pemeriksaan kesehatan di Klinik Polda Jabar pada Senin, 7 September 2026, dan hasilnya yang bersangkutan dinyatakan dalam kondisi sehat,” ujar Kombes Hendra.

    Atas perbuatan keji yang dilakukannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Tersangka disangkakan Pasal 13 jo Pasal 15 ayat (1) huruf e UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) terkait perbudakan seksual dan pemberatan pidana, serta Pasal 451 (Penyanderaan), Pasal 468 ayat (1) (Penganiayaan Berat), Pasal 126 (Perbarengan Pidana), dan Pasal 23 (Pengulangan Tindak Pidana) UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

    “Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman berat mengingat adanya pasal perbarengan dan pengulangan tindak pidana, serta pelanggaran terhadap UU TPKS,” tegas Hendra.

    Selain menyerahkan tersangka, pihak penyidik turut menyerahkan sejumlah barang bukti penting yang disita selama proses penyidikan.

    Barang bukti tersebut di antaranya 1 buah golok tanpa gagang sepanjang 30 cm, 1 buah golok beserta sarung cokelat, pemantik api berbentuk pistol, 1 unit sepeda motor Yamaha NMAX (D-4417-YDA), foto kondisi korban sebelum dan sesudah penganiayaan, serta flashdisk berisi rekaman CCTV dari lokasi kejadian dan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

  • Berkas Perkara Lengkap, Kasus Kekerasan Seksual Taufik Hidayat Segera Disidangkan

    Kota Bogor-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung menyatakan berkas perkara penyidikan kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual dengan tersangka Taufik Hidayat Bin Tata telah lengkap atau P-21. Kepastian hukum ini tertuang dalam Surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan Nomor B-3561/M.2.19/Eoh.1/08/2026 yang diterbitkan Kejari Kabupaten Bandung.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H membenarkan bahwa pihak penyidikan Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Jabar telah menerima pemberitahuan resmi mengenai kelengkapan berkas tersebut.

    “Kami sudah menerima surat P-21 dari Kejari Kabupaten Bandung terkait penyidikan perkara atas nama tersangka Taufik Hidayat Bin Tata. Penyidik Ditres PPA dan PPO siap melimpahkan tersangka beserta barang bukti ke kejaksaan,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, Selasa (8/9/2026).

    Dalam perkara ini, tersangka dijerat pasal berlapis. Taufik disebutkan melanggar Pasal 13 Jo Pasal 15 ayat (1) huruf e UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Selain itu, tersangka juga disangkakan melanggar Pasal 451 Jo Pasal 126 ayat (2) serta Pasal 468 ayat (1) Jo Pasal 126 ayat (2) Jo Pasal 23 ayat (1) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang- Undang Hukum Pidana (KUHP).

    Pelimpahan tahap dua yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polda Jabar kepada Penuntut Umum Kejari Kabupaten Bandung akan dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung sesuai mekanisme serta tenggat waktu yang ditentukan dalam perundang – undangan.

  • Kabid Humas Polda Jabar : Kasus Penganiayaan dan Penyekapan Keji, Jangan Sampai Terulang

    Kota Bogor-Penyidik Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Jawa Barat bersiap melimpahkan tersangka Taufik Hidayat Bin Tata beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung. Langkah ini dilakukan setelah pihak kejaksaan resmi menyatakan berkas perkara penyidikan kasus dugaan kekerasan seksual tersebut lengkap atau P-21.

    Kepastian pelimpahan ini dikonfirmasi langsung oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H, Pihaknya menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dari kejaksaan tertanggal 31 Agustus 2026 yang diterima resmi pada 7 September 2026.

    “Surat P-21 dari Kejari Kabupaten Bandung sudah kami terima. Penyidik siap menindaklanjuti proses hukum selanjutnya, yaitu pelimpahan tanggung jawab atas tersangka dan barang bukti kepada penuntut umum,” kata Kombes Pol Hendra Rochmawan, Selasa (8/9/2026).

    Kombes Hendra menambahkan, proses pelimpahan tahap dua yang mencakup penelitian barang bukti serta penyerahan tersangka akan dilakukan di Kantor Kejari Kabupaten Bandung sesuai petunjuk kejaksaan dan aturan perundang- undangan yang berlaku.

    Taufik Hidayat Bin Tata terancam hukuman berat dengan pasal berlapis. Ia disangkakan melanggar Pasal 13 Jo Pasal 15 ayat (1) huruf e UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, serta dipadukan dengan Pasal 451 Jo Pasal 126 ayat (2) dan Pasal 468 ayat (1) Jo Pasal 126 ayat (2) Jo Pasal 23 ayat (1) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

    Kabid Humas Polda Jabar mengatakan pelajaran yang berharga dari kasus penganiayaan dan penyekapan oleh Taufik Hidayat jangan sampai terulang dan terjadi pada lainnya.

  • ANTISIPASI DEBU VULKANIK, SATLANTAS POLRESTA BOGOR KOTA TURUN KE JALAN BAGIKAN MASKER GRATIS

    BOGOR – Ancaman debu vulkanik tak hanya menjadi perhatian di kawasan sekitar gunung api. Di tengah aktivitas masyarakat Kota Bogor yang tetap berlangsung, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota memilih bergerak cepat dengan turun langsung ke jalan membagikan masker gratis kepada para pengguna jalan, Minggu (6/9/2026).

    Satu per satu pengendara sepeda motor, pengemudi mobil hingga masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka menjadi sasaran petugas. Masker diberikan sebagai langkah preventif sekaligus bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat di tengah potensi dampak debu vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Krakatau.

    Tak sekadar membagikan masker, personel Satlantas juga menyampaikan edukasi dan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

    Polisi Tak Hanya Atur Lalu Lintas

    Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Robby Rachman mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran polisi yang tidak hanya berorientasi pada keamanan dan kelancaran lalu lintas, tetapi juga kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.

    “Kami tidak ingin masyarakat hanya fokus pada aktivitas sehari-hari tanpa memperhatikan kondisi lingkungan. Karena itu, kami mengambil langkah preventif dengan membagikan masker sekaligus memberikan edukasi kepada pengguna jalan agar tetap waspada dan menjaga kesehatan,” ujar Robby.

    Menurutnya, pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, merupakan kelompok yang cukup banyak terpapar kondisi udara saat beraktivitas di jalan. Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan debu maupun partikel di udara.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, khususnya apabila kondisi udara kurang baik. Masyarakat juga tidak perlu panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari instansi yang berwenang,” katanya.

    Dari Jalan Raya, Pesan Kewaspadaan Disampaikan

    Aksi pembagian masker tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pengendara yang menerima masker langsung mengenakannya sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan bahwa upaya menjaga keselamatan masyarakat dapat dilakukan melalui langkah sederhana dan langsung menyentuh kebutuhan warga.

    Satlantas Polresta Bogor Kota memastikan akan terus mengedepankan kegiatan preventif dan humanis sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

    Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta terus memantau perkembangan kondisi Gunung Krakatau melalui sumber resmi pemerintah dan instansi terkait.

    Di tengah aktivitas jalan raya yang tak pernah berhenti, pesan Satlantas Polresta Bogor Kota pun sederhana: tetap beraktivitas, tetap waspada, dan jangan abaikan kesehatan.

  • Kapolda Jabar dan Ketua Bhayangkari Daerah Salurkan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Nelayan Pangandaran

    PANGANDARAN — Sebagai bentuk nyata kepedulian sosial serta menghadirkan institusi kepolisian di tengah masyarakat, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. bersama Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat Ny. Nila Pipit Rismanto menggelar kunjungan kerja sekaligus menyerahkan paket bantuan sosial (baksos) Di kampung Nelayan Kabupaten Pangandaran

    Kegiatan humanis ini bertujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi warga rentan sekaligus mempererat tali silaturahmi serta sinergitas antara institusi Polri, Bhayangkari, dan masyarakat setempat.

    Rangkaian acara diawali dengan penyambutan hangat kedatangan Kapolda Jabar beserta rombongan Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar dan pengurus Bhayangkari Daerah Jabar di Mako Polres Pangandaran. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., dampingi Ketua Bhayangkari Cabang Pangandaran, jajaran PJU Polres Pangandaran, serta para Kapolsek.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar memberikan arahan singkat kepada seluruh personel Polres Pangandaran mengenai pentingnya menjaga Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) serta terus mengedepankan pelayanan yang ramah dan humanis kepada warga.

    Acara inti diisi dengan penyerahan bantuan sosial berupa ratusan paket sembako Bantuan ini diserahkan Oleh Ketua Cabang Bhayangkari Jabar secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat yang terdiri dari Masyarakat di kampung nelayan di Pangandaran.

    Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan sesi ramah tamah dan foto bersama antara pejabat, personel kepolisian, serta masyarakat penerima manfaat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

    Melalui bakti sosial ini, Polri dan Bhayangkari berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat Pangandaran, sekaligus menegaskan komitmen institusi kepolisian yang peduli, pengayom, dan senantiasa mengabdi untuk masyarakat.

  • Kapolda Jabar Kunjungi Objek Wisata Grand canyon Pastikan Keamanan wisatawan

    Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. melaksanakan pengecek

    Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. melaksanakan pengecekan keamanan di kawasan wisata Green Canyon, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (5/9/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Jabar didampingi langsung oleh Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K. bersama jajaran personel Polres Pangandaran.

    Pengecekan dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di kawasan wisata yang menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Pangandaran.

    Kapolda Jabar meninjau secara langsung kondisi kawasan wisata sekaligus melihat kesiapan personel kepolisian dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat maupun wisatawan.

    Kehadiran jajaran kepolisian di kawasan wisata menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengunjung, sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan serta kejadian yang dapat membahayakan keselamatan wisatawan.

    Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari turut memastikan personel di lapangan melaksanakan tugas secara optimal, terutama dalam memberikan pelayanan, pengamanan dan imbauan kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan wisata.

    Polres Pangandaran terus meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan di sejumlah destinasi wisata, termasuk Green Canyon, seiring tingginya aktivitas masyarakat dan wisatawan di wilayah Kabupaten Pangandaran.

    “Keamanan kawasan wisata merupakan salah satu perhatian utama jajaran Polres Pangandaran.” ujar Kapolda Jabar

    “Polres Pangandaran siap memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat serta wisatawan. Kami mengimbau kepada seluruh pengunjung agar selalu memperhatikan keselamatan, mematuhi aturan yang berlaku dan mengikuti arahan petugas maupun pengelola wisata,” ujar AKBP Ikrar Potawari.

    Pengecekan yang dilakukan Kapolda Jabar menjadi bentuk komitmen Polri dalam memastikan kawasan wisata di Kabupaten Pangandaran tetap aman, tertib dan kondusif.

    Polres Pangandaran juga mengajak masyarakat dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban serta keselamatan selama berada di kawasan wisata Green Canyon Pangandaran.